Selasa, 20 Agustus 2013

Kitab Weda Hanya Untuk Golongan Tertentu??



Kitab Weda Hanya Untuk Golongan Tertentu??
Kitab Weda Hanya Untuk Golongan Tertentu??
Salam kasih dan salam sejahtera untuk kita semua.
Kata orang fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, tapi menurut saya pembunuhan itu lebih kejam daripada fitnah, tapi bagi saya fitnah + pembunuhan itu yang lebih kejam.
Di forum kaskus ini, banyak skali yang saya temukan tman non-Hindu mmpertanyakan tentang kelemahan Hindu yakni kitab veda hanya untuk golongan tertentu saja,,
Sbenarnya sih ini lagu lama, ketika ada teman yang non-Hindu mmpertanyakan kembali maka saya jelaskan. Sudah saya jelaskan, makin hari ada lagi yang bertanya. Jadi, supaya saya tidak lelah menjelaskannya satu per satu maka saya buatlah artikel ini khusus untuk memaparkan sedikit kesalahan tentang pendapat mereka ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua…
Sebelumnya mari kita lihat terjemahan dari sloka gotama smrti 12 yg sering di qoute oleh saudara kita yang non-hindu dan menurut mereka terjemahan sloka ini bisa memperkuat argumen tersebut.
Terjemahan dari Sloka Gotama Smrti 12 yang berbunyi sbb;
“Apabila orang sudra kebetulan mendengarkan kitab Veda dibaca, maka adalah kewajiban raja untuk mengecor cor-coran timah dan malam dalam kupingnya; apabila seorang sudra membaca mantra-mantra weda, maka raja harus memotong lidahnya.”
benarkah terjemahan yg sering di quote oleh saudara qt yg non-hindu tersebut??
Bpk. Ketut Wiana, seorang intelektual hindu dan merupakan salah satu ‘petinggi’ di Parisada (PHDI), sudah meluruskan terjemahan sloka yg menyimpang itu dengan yang ‘orsi’ melalui majalah Tempo 18 September 1993 yg ternyata sloka dan terjemahan yang benar adalah;
“Wedam upa srnwatas trapu jatubhyam srotra prati purana udaharane jihwac chedo dharane sarira bheda asana sayana wak pathisu sama prepsur dandyah satam”
(Gotama Smerti; 12)
arti:
“Bagi warna sudra (para pekerja) yang ingin mempelajari Weda, supaya berhasil dengan baik yakni dengan mendekatkan pendengarannya mulai dari awal pengertian-pengertian, bahasa dan ucapannya dengan menutup pengaruh dari luar, badan duduk dengan tenang (asana) ditempat belajar dan ucapan diulang-ulang terus menerus sampai akhir.”
Kenapa sampai ada terjemahan yang menyimpang itu? karena banyak sloka ataupun mantram dalam Veda telah diterjemahkan secara ‘brutal’ oleh oknum ataupun kelompok yang tidak jelas juga motivasinya akan tetapi juga mungkin memiliki motivasi terselubung.
Pelurusan terjemahan itu dilakukan agar pemahaman ataupun terjemahan yang keliru tidak lagi dipakai, sebenarnya akan lebih baik jika melihat dari bahasa aslinya sedangkan yang dipake pada terjemahan pertama tidak melihat dari bahasa aslinya akan tetapi mengambil dari yang telah diterjemahkan dari bhs. Inggris. Kemungkinan yang dipake adalah terjemahan Max Muller atau yang termasuk dalam “kelompok”nya (para indologis) dalam ‘upaya’ mungkin untk meng’Kristen’kan India yaitu dengan menterjemahkan secara bebas sloka maupun mantram dalam Veda,…..
Bahkan yang anehnya sloka ‘bajakan’ tsb dimasukkan dalam kata pendahuluan terjemahan kitab suci Qur’an versi Indonesia pada jaman Pak Mukti Ali sebagai menteri agama, entah apa motivasinya. Apakah karena ingin menghormati ajaran Hindu?
Bisa jadi Description: :)
selanjutnya mari kita lihat sloka yg menunjukan bahwa kitab veda bisa di pelajari oleh sluruh umat manusia :
Yajur Veda XVI.18
“Yaatheram waçam kalyanim awadoni janebhyah,Brahma Rajanyabhyam çudraya caryaya ca siwaya caramayaca”
artinya :
“Biar kunyatakan,di sini kitab suci ini kepada orang-orang banyak,kepada kaum brahmana,kaum ksatrya,kaum sudra,dan kaum waisya dan BAHKAN kepada orang-orangKu dan kepada mereka(orang-orang asing) sekalipun.”
jadi masihkah kita beranggapan bahwa kitab Veda hanya untuk golongan tertentu saja??
Tentu tidak Description: :)
salam damai,damai dihati damai di dunia dan damai selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar